Apa Itu Milia dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
Kondisi ini tidak berbahaya hanya saja mengganggu kenyamanan penglihatan dan penampilan. Lalu, apa penyebab milia bisa muncul dan bagaimana mengatasinya?
Yuk baca artikel ini sampai selesai!
Apa Itu Milia
Mengutip dari laman Primaya Hospital, milia merupakan benjolan putih atau kekuningan yang muncul di area wajah pada umumnya dan termasuk jenis kista epidermoid. Kista epidermoid adalah sebuah benjolan kecil berisi keratin (protein kulit), jinak, tidak menular, tidak berbahaya, dan secara umum tidak terasa nyeri.
Milia bisa tumbuh di kulit tubuh lainnya seperti di kelopak mata, dahi, hidung, di belakang telinga, pipi, rahang, di dalam mulut, dan dada. Milia bisa muncul pada semua usia termasuk bayi baru lahir.
Melansir dari Alodokter, milia adalah bintik kecil berwarna putih atau kekuningan yang umumnya muncul di area wajah, bisa juga muncul di tempat lain. Secara umum, milia itu tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya sehingga tidak perlu diobati. Namun, beberapa kasus, diperlukan tindakan medis untuk menghilangkan milia karena bisa sangat mengganggu dan tidak bisa hilang sendiri.
Siapa yang Berisiko Terkena Milia
Pada umumnya semua orang bisa terkena milia. Namun, ada beberapa pihak yang berisiko terkena milia yaitu:
- Bayi baru lahir.
- Pengguna produk skincare atau makeup yang tidak cocok dengan jenis kulit.
- Memiliki riwayat genetik keluarga.
- Pengguna produk perawatan kulit atau kosmetik yang mengandung rating komedogenik (potensi sebuah produk bisa menyumbat pori-pori dan menyebabkan munculnya jerawat).
- Gaya hidup yang tidak sehat seperti begadang dan kurang menjaga kebersihan.
Penyebab Kemunculan Milia
Penyebab munculnya milia terjadi karena hal berikut ini:
- Terjebaknya keratin di bawah lapisan kulit. Ini merupakan penyebab utama munculnya milia. Keratin merupakan protein alami yang dibutuhkan untuk pembentukan sel pada kuku, rambut, dan jaringan kulit luar.
- Kerusakan kulit. Cedera pada kulit menyebabkan munculnya milia, seperti luka bakar, lecet, atau prosedur dermatologi tertentu.
- Penggunaan produk perawatan kulit. Tidak cocok menggunakan kosmetik tertentu, penggunaan krim steroid jangka panjang, dan pemakaian produk perawatan kulit yang terlalu berminyak bisa menyumbat pori-pori sehingga muncullah si milia ini.
- Paparan sinar matahari. Sinar ultraviolet dari matahari bisa menghalangi proses pengelupasan sel kulit sehingga terjadi kerusakan kulit. Jika sel-sel kulit mati menumpuk maka akan menyebabkan munculnya milia.
- Faktor genetik. Genetik menentukan proses regenerasi kulit bisa berjalan normal atau lambat. Jika memiliki kerabat dekat dengan riwayat milia ini maka kulit akan menjadi lebih rentan dan beresiko tinggi memiliki riwayat milia atau kelainan genetik tertentu seperti autoimun.
Cara Mengatasi Milia
Milia yang mengganggu atau menyebabkan kelainan kulit perlu untuk disembuhkan dan jangan dibiarkan. Maka ada fase pencegahan dan pengobatan yang harus kita perhatikan.
1. Pencegahan Milia
Pencegahan milia bisa kita lakukan sehari-hari dalam merawat kulit kita, antara lain:
- Pakai sunscreen atau tabir surya minimal 30 SPF untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
- Pilih produk skincare atau perawatan kulit yang sesuai dengan jenis kulit Anda.
- Jangan lupa bersihkan wajah Anda dengan sabun wajah yang lembut secara teratur cukup dua kali sehari dan tidak mengandung parfum berlebihan. Jika kulit Anda sensitif pilih tanpa parfum.
- Perhatikan pola makan yang sehat dengan konsumsi makanan yang mengandung sumber vitamin B dan E.
- Hindari penggunaan produk yang mengandung kortikosteroid tanpa resep dokter.
2. Pengobatan Milia
Pengobatan milia bisa dilakukan dengan:
- Gunakan produk skincare dan perawatan kulit yang mengandung retinoid dan salicylic acid. Produk retinoid menjadi kunci utama mengobati milia dari dalam seperti retinol, yang bekerja mempercepat regenerasi sel untuk meluruhkan keratin penyebab milia. Sedangkan produk salicylic acid digunakan sebagai pembersih wajah yang membantu membersihkan sumbatan di pori-pori.
- Gunakan pelembab wajah yang non-komedogenik. Pelembab komedogenik bisa menyumbat pori-pori dan mengakibatkan munculnya benjolan kecil ( milia ).
- Jika tak kunjung sembuh dan sakit masih berlanjut segera periksakan ke dokter (spesialis kulit) untuk tindakan medis yang diperlukan.
Penutup
Apa itu milia? Milia adalah kista kecil yang aman dan tidak berbahaya pada kulit. Benjolan ini dapat muncul pada siapa saja, termasuk bayi baru lahir. Merawat kesehatan kulit secara rutin sangat penting jika Anda mendambakan wajah yang sehat dan cantik natural.
Oleh karena itu, selalu perhatikan kondisi kulit Anda dan lakukan perawatan secara konsisten. Anda bisa beralih ke produk perawatan berbahan alami, seperti produk dari Batrisyia. Bagi Anda yang ingin mendalami info seputar dunia perawatan kulit, silakan akses tautan yang tersedia.


Komentar
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung ke blog kami